Postingan

Hubungan Serikat Karyawan-Manajemen

BAB I PENDAHULUAN 1.1        Latar Belakang Apabila dikatakan bahwa Sumber Daya Manusia merupakan sumberdaya terpenting yang dimiliki oleh perusahaan, salah satu implikasinya bahwainvestasi yang terpenting yang dilakukan perusahaan adalah di bidang sumberdaya manusia. Dengan investasi yang besar ini, perusahaan mengharapkanoutput yang juga besar. Oleh karena itu, perusahaan berusaha untukmencapainya dengan maksimal. Serikat karyawan atau union terbentuk karena para karyawan tidak puasterhadap berbagai kondisi perusahaan. Kerangka hubungan serikat karyawandan manajemen terdiri dari 3 aktor (pemeran) utama : para pekerja dan wakil-wakil mereka (pengurus serikat), para manajer (manajemen) dan wakil-wakilpemerintah dalam bidang legislatif, yudikatif dan eksekutif. Masing-masingpihak ini saling ketergantungan, namun mereka tidak seimbang. Pemerintahadalah kekuatan dominan karena menentukan peranan manajemen dan serikatkaryawan melalui hukum-hukum dalam...

Rangkuman Materi

BAB I PENDAHULUAN A.    Latar Belakang Masalah Manajemen sumber daya manusia merupakan bagian dari ilmu manajemen yang memfokuskan perhatiannya pada pengaturan peranan sumber daya manusia dalam kegiatan suatu organisasi. Dalam mencapai tujuannya tentu suatu organisasi memerlukan sumber daya manusia sebagai pengelola sistem, agar sistem ini berjalan tentu dalam pengelolaanya harus memperhatikan beberapa aspek penting seperti pelatihan, pengembangan, motivasi dan aspek-aspek lainya. Hal ini akan menjadikan manajemen sumber daya manusia sebagai salah satu indikator penting pencapaian tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Sumber daya manusia merupakan asset organisasi yang sangat vital, karena itu peran dan fungsinya tidak bisa digantikan oleh sumber daya lainnya. Betapapun modern teknologi yang digunakan, atau seberapa banyak dana yang disiapkan, namun tanpa sumber daya manusia yang professional semuanya menjadi tidak bermakna.    ...

Kepuasan Kerja

BAB I PENDAHULUAN 1.1        Latar Belakang Setiap orang yang bekerja mengharapkan memperoleh kepuasan dari tempatnya bekerja. Pada dasarnya kepuasan kerja merupakan hal yang bersifat individual karena setiap individu akan memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-beda sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku dalam diri setiap individu. Semakin banyak aspek dalam pekerjaan yang sesuai dengan keinginan individu, maka semakin tinggi tingkat kepuasan yang dirasakan. Kepuasan kerja merupakan respon afektif atau emosional terhadap berbagai segi atau aspek pekerjaan seseorang sehingga kepuasan kerja bukan merupakan konsep tunggal. Seseorang dapat relatif puas dengan salah satu aspek pekerjaan dan tidak puas dengan satu atau lebih aspek lainnya. Kepuasan Kerja merupakan sikap (positif) tenaga kerja terhadap pekerjaannya, yang timbul berdasarkan penilaian terhadap situasi kerja. Penilaian tersebut dapat dilakukan terhadap salah satu pekerjaannya, penilaian d...